skip to content

Kematian. Mengapa Sering Kali Kita Melupakannya?

Lupakah kita bahwa nanti kita akan mati?

Apa yang paling dekat dengan kita? Kematian.

Aku jadi teringat bahwa kita sering sekali mengalami hal-hal yang tidak mengenakkan seperti terjatuh dari sepeda, hal-hal yang menyebabkan trauma, dan berbagai peristiwa lain yang semua itu bisa kita lalui hingga membentuk kita saat ini.

Lalu, bagaimana dengan kematian?

Sayangnya, kita sering sekali lupa bahwa kematian itu benar-benar pasti. Pasti banget akan terjadi sama kita. Sudahkah kita mempersiapkannya? Apa yang sudah kita persiapkan?

Sudahkah kita beramal? Apakah kita lupa bahwa semua ini akan kita tinggalkan? Mulai dari baju kesayangan kita, waifu yang kita puja-puja, anime yang kita koleksi dari website-website anime bajakan, film-film yang kita kumpulkan dari LK21, dan lain-lain. Semuanya itu akan kita tinggalkan.

Terus, apa yang akan kita bawa? Amal. Hanya itu.

Awal Munculnya Kegelisahan

Akhirnya, aku pun gelisah. Aku takut amalanku nggak akan cukup. Aku takut ketika di akhirat nanti, nggak bisa berbuat apa-apa, hanya menerima siksaan. Aku tau bahwa umurku terbatas. Berapa sih maksimalnya umur? Paling 70 tahun kan? Lalu, berapa lama kita akan berdiri di padang mahsyar? Kalau kata santri tadi sih, selama 50.000 tahun. Nah, apa sih arti dari 70 tahun jika dibandingkan dengan 50.000 tahun? Nggak kerasa sama sekali kan?

Ibaratnya, kalau 50.000 tahun itu adalah umur kita yang 50 tahun. Maka, 70 tahun tadi akan berubah menjadi 70/1.000 tahun. Atau, 7/100 tahun. Nah, setahun aja nggak ada. Jadi, singkat banget ya umur kita di dunia ini.

Bagaikan sekilas di waktu Ashar.

Maka, aku pun gelisah, “apa lagi amalan yang bisa aku tingkatkan?” Aku pun mencoba untuk menulis dengan harapan tulisanku ini bisa menambah amalan. Aku pun membuat aplikasi Android dengan harapan serupa. Ibadah akan aku usahakan banget dipenuhi. Dan segala macam upaya lainnya. Soalnya, dengan waktu yang singkat ini, bisa sangat menentukan kita, apakah masuk surga atau neraka.

Cara Senantiasa Ingat mati

Sentuh dada kiri kita. Ada jantung berdetak. Itulah tanda kehidupan.

Lalu, sadarlah bahwa nanti, nggak akan lama lagi, jantung ini akan berhenti. Kita akan merasakan puncaknya rasa sakit. Kemudian, kita nggak akan bisa kembali lagi ke dunia ini.

Seram. Mengerikan. Yap, memang kenyataannya begitu.

Jadi, ketika kita lupa dengan kematian karena lagi senang-senang, misalnya lagi asyik-asyiknya berwisata, shopping, jalan-jalan, dan kegiatan lainnya. Nah, kita jangan sampai lupa Allah hingga akhirnya menyia-nyiakan kesempatan nambah pahala. Cara supaya ingat, sudah disebutkan di atas, yaitu sentuh dada kita yang kiri, rasakan ada sesuatu yang bedetak di situ, dan ingat, suatu saat, jantung ini akan berhenti.